Cat lantai yang menggunakan bahan epoxy memiliki kemampuan untuk menutupi celah atau pori-pori terbuka pada lantai. Ini mengakibatkan hilangnya retakan kecil dan memberikan kesan lantai yang lebih halus serta berkilau.
Cat akrilik lateks lebih ekonomis tetapi cenderung lebih cepat aus dalam jangka pendek. Sementara cat epoxy lebih tahan lama namun dengan biaya sedikit lebih tinggi.
Hal ini dilakukan sebelum pemasangan lapisan lantai yang paling akhir. Bahan yang satu ini bersifat kuat, tahan lama dan juga tahan terhadap kondisi ekstrim. Tidak heran menjadi pilihan yang populer untuk lantai baik industri maupun komersial.
Hal pertama yang perlu diperhatikan saat hendak mengecat lantai adalah menyesuaikan dengan kebutuhan bangunan.
Jika ingin hasil pengecatan lantai lebih bagus, gunakan cat dasar terlebih dahulu. Untuk pengaplikasian yang terbaik, silakan gunakan layanan pengecatan lapangan lantai olahraga kami.
Tekstur orange peel finish memberikan grip maksimal tanpa terasa kasar. Aplikasi roller helpful dengan self-priming ability menghemat waktu dan biaya primer.
Epoxy solvent-totally free adalah jenis epoxy yang tidak menggunakan pelarut organik saat pengaplikasiannya. Artinya, setelah diaplikasikan, epoxy tidak akan menguapkan pelarut sehingga tidak meninggalkan bau yang kuat. Selain itu, lebih ramah Cat lantai lingkungan dibanding epoxy lainnya yang berbasis pelarut.
Epotone Pro menjadi salah satu pilihan cat epoxy lantai yang terjangkau untuk rumah. Produk ini mudah diaplikasikan dengan roller atau spray, dan memberikan lapisan yang tahan terhadap gores serta mudah dirawat.
Ketika kedua bahan ini bereaksi, mereka membentuk lapisan yang keras, kuat, dan tahan lama, jauh berbeda dari cat lantai Cat lantai biasa yang hanya memberikan lapisan tipis tanpa fungsi protektif mendalam.
Secara teknis, cat epoxy lantai menciptakan lapisan polimer sintetis di atas struktur lantai seperti beton, yang membuat permukaan menjadi lebih kuat dan terlindungi dari kerusakan akibat berbagai faktor fisik dan kimia.
Setiap merek cat lantai memiliki formula spesial yang dirancang khusus sesuai dengan jenis lantai yang akan diaplikasikan. Berikut adalah beberapa jenis cat lantai yang paling umum ditemukan:
Epoxy drinking water-centered adalah jenis epoxy yang pelarut utamanya menggunakan air. Berbeda dengan epoxy solvent-based yang menggunakan pelarut organik, jenis yang ini lebih ramah lingkungan. Selain itu mudah digunakan dan kurang berbau seperti epoxy solvent-primarily based.
Polyfloor Epoxy memiliki bahan dasar solvent, yang membuat cat lebih tahan terhadap abrasi bahkan untuk tingkat tinggi.
Polyurethane atau biasa disingkat PU adalah polimer organik yang dibentuk melalui reaksi antara polyol dan diisosianat. Jenis PU ini memiliki berbagai sifat yang membuatnya akan cocok dengan berbagai aplikasi. Misalnya saja sealant, cat, lem, busa dan lainnya.
Memilih cat lantai yang tahan terhadap bahan kimia dan abrasi sangat penting, terutama untuk location industri atau laboratorium. Alasannya karena lingkungan kerja seperti Cat lantai ini cenderung memiliki risiko tinggi terhadap kerusakan permukaan akibat paparan bahan kimia atau gesekan terus-menerus.